Founder startup wajib baca berita ini

121

“Masalah adalah kehidupan, dan jika tidak ada masalah berarti kita sudah mati” -Ruly Edward. Lantas bagaimana kita harus menjalani hidup? Cara yang paling terbaik ialah dengan menghadapi masalah dengan sukacita. Hal inilah yang dimanfaatkan oleh para founder startup di Indonesia maupun di Dunia.

Bermula dari masalah yang dialami keseharian kemudian masalah tersebut dipikirkan sebagaimana mungkin sehingga menghasilkan sebuah inovasi. Inovasi ini kemudian dapat menjawab masalah yang di alami oleh kebanyakan orang dan menjadi solusi atas masalah yang terjadi. Inovasi ini kemudian dimanfaatkan menjadi sebuah bisnis karna diperlukan oleh banyak orang

Tidak bisa di pungkiri saat ini berbagai layanan yang disediakan oleh startup sudah menjadi bagian dari keseharian penduduk Indonesia, seperti layanan jasa transportasi online, jual beli barang, kesehatan, Pendidikan hingga hiburan semua didesign sebaik mungkin oleh para pemain startup.

Pada kesempatan kali ini  carabisnisonline akan membahas mengenai startup report di Indonesia yang dikeluarkan pada tahun 2018 yang dilansir dari https://dailysocial.id  

Market di Indonesia

Market atau pasar adalah sebuah tempat bertemunya antara penjual dan pembeli dalam melakukan transaksi. Namun dalam startup pasar disini mencakup mulai dari pengguna, penyedia bahkan sampai kepada habit customer tersebut

Populasi Penduduk Indonesia dan GDP

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memiliki data proyeksi penduduk indonesia berkisar 265 juta penduduk. Dari data tersebut dua pertiga dari keseluruhan penduduk adalah usia produktif (14-64 tahun) yang berkisar 180 juta penduduk

GDP Indonesia pada tahun 2018, menurut Badan Pusat Statistik (BPS) adalah 14.387 triliun rupiah atau lebih dari  1 triliun dolar. Pertumbuhan ekonomi adalah 5,17% dari tahun pertahun

Internet and Mobile Users

Badan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) belum mengeluarkan data terbaru mengenai penggunaan internet di Indonesia, namun dari data tahun 2017 pengguna internet di indonesia sudah mencapai 143,26 juta jiwa (sekitar 54% dari populasi di indonesia). Pada tahun ini (2019) di perkirakan bahwa setidaknya akan ada peningkatan pengguna internet di Indonesia sampai ke angka 65% dari populasi di indonesia

Sementara itu banyaknya pengguna internet mobile menurut eMarketer dan Statista, mereka mengumpulkan data pengguna internet mobile akan melampaui 90 juta jiwa (62% dari pengguna internet) pada tahun ini.

Internet and Mobile Users panitrasi
Internet and Mobile Users panitrasi

Digital Market Size

Google dan Temasek’s e-Conomy SEA 2018 menggambarkan bahwa ukuran pasar ekonomi digital Indonesia saat ini diperkirakan 27 miliar dollar, atau hampir dengan 40% dari total ekonomi digital Asia Tenggara dan angka ini akan naik hingga 100 triliun dollar pada tahun 2025 mendatang. Dari data ini dapat diketahui bahwa ekonomi digital ialah penting demi kemajuan negara Indonesia

Digital Market Size
Digital Market Size

Empat sektor yakni e-commerce, media online (termasuk musik, video, game, iklan), travel online, dan transportasi panggilan adalah startup yang sangat tersorot dalam laporan ini. E-commerce lah yang akan memainkan peran penting untuk mendorong digitalisasi. Diperkirakan keempat sektor ini akan menikmati pertumbuhan 3-4 kali pada tahun 2025.

Berikut ini adalah proyeksi Google dan Temasek untuk pertumbuhan pasar di Indonesia

pertumbuhan pasar ecoomerce
pertumbuhan pasar ecoomerce

Online Consumption Habit

Pada tahun 2018, Online bukan hanya tentang browsing tetapi juga tentang mengkonsumsi atau membayar sesuatu untuk mendapatkan sebuah layanan atau barang tertentu. masyarakat Indonesia sudah biasa dengan membeli barang secara online maupun membayar jasa digital (termasuk music, video, aplikasi, layanan on-demand dan travel). Data yang dikumpulkan oleh Statista.com memperkirakan bahwa pengeluaran tahunan rata-rata per pengguna e-commerce di 2018 adalah sekitar 90 dolar (sekitar 2% dari GDP per kapita) yang dapat mencapai 114 dolar di 2022.

Online Consumption Habit
Online Consumption Habit

Dari sebuah survei yang dibuat oleh DailySocial pada Maret 2018, sekitar 52% dari 1718 responden, mengatakan bahwa mereka berlangganan layanan streaming musik berbayar (kebanyakan JOOX dan Spotify). Survei lainnya dari DailySocial pada Februari 2018, diketahui bahwa lebih dari 71% (dari 2013 responden) melakukan reservasi hotel melalui penyedia OTA (Online Travel Agency), terutama Traveloka dan Tiket.com.

perilaku konsumen online
perilaku konsumen online

Popular Apps and Games

Menurut data yang didapat dari perusahaan analisis aplikasi mobile App Annie, berikut ini adalah aplikasi dan game yang paling populer di Indonesia pada Januari 2019.

Kategori Aplikasi Terbaik

WhatsApp, Facebook, Facebook Messenger, dan Instagram masih merupakan aplikasi paling populer di indonesia, dimana hanya Gojek dan Tokopedia yang merupakan aplikasi buatan Indonesia dari dalam daftar

Kategori Aplikasi Terbaik
Kategori Aplikasi Terbaik

Kategori Games Terbaik

Untuk kategori games Mobile Legends menjadi aplikasi terbaik pada tahun 2018

games terbaik
games terbaik

E-commerce Highlight

Di Indonesia terdapat startup e-commerce yang terkemuka yang mengundang perhatian startup besar luar negeri seperti Alibaba Group dan tencent. Tiga startup Indonesia yakni Tokopedia, Lazada dan Bukalapak di dukung oleh Alibaba group sedangkan shopee didukung oleh Tencent. Tokopedia dan Bukalapak hanya beroprasi di Indonesia saja sedangkan Shopee dan Lazada sudah beroprasi ke mancanegara.

Berdasarkan survey yang dilakukan oleh DailySocial, Shopee menjadi top-of-mind(Populer) di kalangan e-commerce yang kemudian diikuti olek Tokopedia, Lazada dan Bukalapak. Dan menurut survey yang dilakukan oleh DailySocial faktor yang mempengaruhi banyaknya pengguna adalah Harga produk, promosi dan diskon, produk yang beragam dan lengkap, dan adanya layanan gartis ongkir.

ecommerce indonesia
ecommerce indonesia

Perlu diingat bahwa popularitas dalam kalangan platform e-commerce tidak dapat langsung diartikan bahwa pendapatannya selaras dengan popularitasnya. Seperti data yang diperoleh dari App Annie dapat diketahui bahwa Tokopedia adalah aplikasi e-commerce yang paling banyak digunakan oleh pengguna aktif, sedangkan Shopee adalah aplikasi yang paling berkembang berdasarkan download.

Financial Technology Highlight

Di sorot dari penggunaan layanan pembayaran berbasis mobile seperti Dana, GoPay, Ovo, dan tcash merupakan startup fintech yang di dukung oleh startup besar lainnya. Dana didukung oleh Bukalapak dan BBM, GoPay didukung oleh GoJek dan JD.id, Ovo didukung oleh Grab dan Tokopedia Dan Tcash didukung oleh Telkomsel. Untuk Tcash pada tahun ini akan bertransformasi menjadi LinkAja yang berkolaborasi Bersama 4 bank lainnya(BNI,BRI,Mandiri dan BTN)

aplikasi fintech 2018
aplikasi fintech 2018

Online Travel Agency Highlight

OTA atau Online Travel Agency adalah sebuah layanan jasa untuk mengatur transportasi dan akomodasi. Di tahun 2018, Traveloka dan Tiket.com keduanya menjadi platform OTA terdepan mereka saling bersaing menjadi yang terbaik. Pegipegi sebagai peringkat ketiga paling popular diduga telah diakusisi oleh Traveloka.

online travel terbaik
online travel terbaik

Menurut survey yang dilakukan oleh DailySocial pada tahun 2018, Traveloka adalah layanan yang paling populer(diakui oleh 76% responden), kemudian di ikuti oleh tiket.com (diakui 51% responden). Bukan hanya di Indonesia, Traveloka juga beroprasi di sebagian besar negara di asean

On-Demand Highlight

Update terbaru di ranah on-deman service adalah ketika Uber diakusisi oleh Grab pada maret 2018. Sebagai imbalannya, Uber menerima saham Grab sebesar 27,5% dan CEO Uber menjadi sama kedudukannya dengan dewan direksi di Grab.

Situasi yang terjadi memberi peluang untuk expansi regional. Gojek memulai expansi ke luar negeri mulai dari Go-Viet (Vietnam), GET (Thailand) dan GoJek Singapura(Singapura). Sedangkan untuk kompetensi dalam negeri gojek tersedia di 167 kota, sedangkan Grab tersebar di 222 kota di Indonesia.

Secara Teknis, pada ranah on-demand service hanya berbicara tentang Grab dan Gojek dikarenakan pemain lokal lainnya tidak mampu menyaingi keduanya. Gojek dan Grab sudah menjadi “Super App” dan memiliki nilai ekonomi (valuasi) terbesar di Indonesia, yang didukung oleh pendanaan.

aplikasi on demand
aplikasi on demand

New Commer Startup di Indonesia

Di tahun 2018, informasi dari DailySocial menginformasikan terdapat  142 startup baru dari berbagai jenis startup. Layanan yang paling meningkat adalah SaaS (Software as a Service) sebanyak 13 startup baru, Edtech(12 Startup), OTA(Online Travel Agency) sebanyak 11 startup baru, on-demand service(10 startup) dan marketplace sebanyak 10 startup.

Startup Fintech merupakan industry yang sedang booming karena penggunaannya yang mudah sedangkan Edtech merupakan startup yang baru dan menarik. Pada tahun 2017 ruang guru mendapatkan pendanaan seri B, hal ini yang membuat ruang guru menjadi pemimpin di bidang Edtech.

Persaingan yang ketat di bidang e-commerce membuat e-commerce tidak menarik lagi bagi pendiri startup. Dapat dilihat dari chart, e-commerce hanya menyumbang 5 startup baru.

Rangkuman Investasi 

Berbicara tentang total investasi, jika startup dengan pendanaan unicorn dibandingkan dengan startup lain yang belum unicorn maka nominal pendanaan startup lain akan terlihat menjadi sangat kecil, oleh karena itu saya akan memisahkan table untuk unicorn dan non-unicorn. dari sumber DailySocial mencatat 54 pengumuman pendanaan untuk startup non-unicorn pada tahun 2018. Beberapa startup ada yang tidak memberitahu nominalnya dan dan ada juga yang memberitahukan nominalnya. Nominal yang diketahui dari startup yang memberitahu bahwa total nominalnya adalah sebesar 3 miliar dollar. Nominal ini lebih besar daripada tahun 2017 dimana pada tahun itu diumumkan sebesar 3 miliar dolar total pendanaan dari 91 investasi dan itu sudah termasuk untuk startup unicorn.

Untuk empat unicorn, pada tahun 2018 Tokopedia mendapatkan pendanaan baru dari Alibaba Group dan Softbank (1,1 miliar dolar), sementara Traveloka dikabarkan mendapatkan 400 juta dolar dari GIC Singapura(Tidak ada konfirmasi)

Awal tahun 2019 Gojek telah memberitahu tahap pertama pendanaan seri F dari bebera investor yang ada dan yang baru(Hampir 1 miliar dolar), Sementara Bukalapak mengumumkan mendapatkan pendanaan dari Mirae Asset-Naver Asia Growth Fund sebesar 50 juta dolar.

Investmment berdasarkan Pendanaan

rev-12

Jika dibandingkan dengan tahun lalu, jumlah banyaknya pendanaan seed funding menurun drastis. Investor menjadi semakin selektif untuk memilih startup yang ingin mereka danai. Hanya startup dengan prospektif terbaik yang mereka pilih untuk didanai. Startup dengan pendanaan seri b dan c mengalami peningkatan dari tahun 2017-2018, hal ini menandakan startup dengan persiapan yang matang memiliki peluang yang lebih besar untuk bertahan dan relevan.

Investasi Berdasarkan Kategori

rev-13

dari table berikut dapat diketahui bahwa startup dengan pendanaan seed funding ialah startup dengan kategori fintech. Namun pada tahun ini angkanya turun drastis dari 28 menjadi hanya 8. Namun walaupun demikian startup dengan kategori fintech tetap menjadi dominasi (jumlahnya sama dengan e-commerce).

Partisipasi Investor

Pada tahun 2018 dikatakan bahwa terdapat 103 investor yang ikut berpartisipasi dalam semua pendanaan. Dan sekali lagi East Venture memimpin para investor dengan  10 pendanaan. Sedangkan Alpha JWC mendapat posisi ke-2 dengan 5 pendanaan yang disebutkan.

Memantau Unicorn Selanjutnya

Unicorn di Indonesia mulai muncul pada tahun 2018 yakni terdapat 4 unicorn yang muncul pada tahun ini yakni ada Gojek, Tokopedia, Traveloka dan Bukalapak, Kementrian Komunikasi dan Informatika – Kominfo menargetkan untuk menambahkan startup unicorn baru pada akhir tahun ini.

Untuk unicorn Indonesia setelah periode pendanaan terbaru, diperkirakan bahwa gojek memiliki valuasi sebesar $9.500.000.000,- , Tokopedia sebesar $7.000.000,- , Traveloka diperkirakan sebesar $4.000.000,- (Masih belum dikonfirmasi), dan valuasi untuk bukalapak sudah memiliki valuasi terbaru untuk 2019 ini namun masih belum di umumkan berapa total pastinya.

rev-14

Untuk mencari Unicorn berikutnya, kita harus me-list startup dengan data yang valid dari berbagai sumber tentang startup yang memiliki valuasi lebih dari $100.000.000,- . Biasanya startup yang sudah memiliki valuasi lebih dari $100.000.000,- disebut dengan centaur(mhakluk mitos lain). Centaur adalah sebutan yang paling dekat untuk menjadi unicorn.

dari hasil analisa ada yang sumber sumber mengatakan percaya bahwa ovo dan Blibli menjadi kandidat Unicorn selanjutnya, namun kami tidak dapat mengkonfirmasi valuasi mereka. Ovo telah membuat kemitraan yang sangat strategis dengan Grab dan Tokopedia untuk menjadi metode pembayaran utama mereka, sementara Blibli telah mengakuisisi OTA startup Tiket.com di 2017 dan diinvestasikan di Gojek pada tahun 2018.

Diantara data yang telah dikonfirmasi, tiga startup Centaur berada di fintech Vertical (Akulaku, Kredivo, dan Modalku), dengan masing-masing dalam media (IDN Times), retail baru (warung pintar), dan pendidikan (Ruangguru).

rev-15

List of Investment

rev-16

rev-17

rev-18

rev-19rev-20

Exit Strategy

Exit didalam startup dapat diartikan menjadi 2 hal yang berbeda, exit dalam artian baik yaitu startup mencapai IPO(Initial Public Overing) atau M&A(Merge & Acquisition) dengan perusahaan lain, kemudian exit dalam artian buruk dimana startup gagal atau bangkrut karna alasan tertentu.

Mergers & Acquisitions (M&As)

Mergers & Akusisi tetap menjadi strategi Exit stratup yang paling layak bagi para startups di Indonesia. DailySocial mencatat pada tahun 2018 terdapat 12 M&As yang melibatkan startup lokal satu diantaranya ialah transaksi merger dan sisahnya adalah transaksi akuisisi.

Salah satu conoh merger ialah seperti, dua perusahaan co-working space yakni GoWork dan rework yang memutuskan untuk menggabungkan dan menciptakan brand baru yaitu Go-rework pada bulan Februari 2018. Pada bulan Oktober, mereka memutuskan untuk menggunakan merek GoWork dan memulai ekspansi domestik.

Untuk akusisi yang pernah terjadi ialah akusisi platform OTA populer pertama Traveloka yang mengakuisisi platform OTA pupoler ketiga di Indonesia pegipegi. Namun ini masih dugaan semata. Akuisisi yang pernah terjadi selanjutnya ialah dalam industry SaaS dimana MidOlaza Holdings-backed Sleekr mengakusisi Talenta and journal, namun belum ada konfirmasi resmi dari pihak terkait.

Initial Public Offering (IPO)

Di tahun 2018 terdapat 4 perusahaan digital yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Ini merupakan sebuah kemajuan setelah tahun 2017 lalu dimana  dua perusahaan (Kioson dan MCash) memulai kegiatan IPO ini.

Berikut ini merupakan 4 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia

1.NFC Indonesia(NFCX)

rev-21

NFC Indonesia secara resmi terdaftar pada 12 Juli 2018. NFCX mengeluarkan lebih dari 16.000.000 saham baru yang setara dengan 25% dari total saham. NFCX menyediakan platform streaming OONA, layanan digital marketing, dan pertukaran digital NFX Xchange hub.

2.suaracom(DIGI)

rev-22

Perusahaan media digital pertama yang Go Public di Indonesia Suara.com merupakan hasil IPO dengan perusahaan Arkasia Digital Media. Suara.com Resmi terdaftar pada 18 September 2018, perusahaan dirilis 150.000.000 saham-setara dengan 46,15% dari total saham-dengan 100.000.000 saham baru dan 50.000.000 adalah dari pendiri ‘ saham.

3.Passpod(YELO)

rev-23

Passpod adalah startup pertama IDX incubator untuk IPO. Stratup ini Go Public pada 29 Oktober 2018, YELO merilis 130.000.000 saham yang setara dengan 34,21% dari total saham. Perusahaan Ini menyediakan berbagai layanan untuk wisatawan, termasuk konektivitas roaming seluler dan tiket atraksi

4.Diva(DIVA)

rev-24

Diva secara resmi terdaftar di Bursa Efek Indonesia pasa 27 November 2018 yang merilis lebih dari 214.000.000 saham baru yang setara dengan 30% dari total saham. Diva terlibat dalam bisnis digital Converter and accelerator dengan model bisnis B2B2C. Perusahaan ini menyediakan dua produk untuk UKM, DIVA Smart outlet (SO) dan DIVA Intelligent instant messaging (IIM).

Issues and Opportunity

Issues

  1. Rintangan dan Kesiapan Regulasi,Regulasi adalah dan selalu menjadi perhatian untuk ekosistem startup. Pajak E-commerce, pembayaran dengan standarisasi QR-code, regulasi terkait transportasi panggilan, dan pusat data lokal merupakan hal yang dapat membawa dampak signifikan bagi industri. Ada yang melihat peraturan sebagai rintangan namun ada juga yang melihat regulasi merupakan seuatu keharusan untuk membawa kepastian bisnis
  1. Kekurangan Tenaga Profesional,Pada awal 2019, Gojek menciptakan pusat R&D (Research and Development) di Bangalore, India sehingga menghasilkan jumlah Tenaga Profesional yang meningkat. Traveloka juga mengikuti cara gojek dengan membuat pusat R&D di india. Sementara Bukalapak hanya membuka pusat R&D di Bandung(pembukaan pekerjaan terutama di STEM) namun hal ini membuat jumlah Tenaga Profesional tumbuh lebih cepat.
  1. Kesenjangan Pendanaan, Dalam tingkat seed funding, kami melihat jumlah  startup yang didanai semakin kecil. Investor menjadi lebih selektif, meskipun lebih banyak dana yang tersedia. Hanya startups yang berkualitas dengan calon founder yang terpercayalah yang akan didukung oleh Investor.

Opportunity

  1. Lebih banyak Kolaborasi(dan Konsolidasi)

Dengan inspirasi untuk membuat “aplikasi Super” dan untuk memberikan layanan yang lebih lengkap, para starup mengharapkan lebih banyak kolaborasi serta layanan yang sudah terintegrasi dengan kolaboratornya. Tidak menutup kemungkinan jika hal ini berakhir dengan M&As.

  1. Alokasi R&D

Startups, termasuk yang berorientasi penelitian, akan mengalokasikan anggaran yang signifikan untuk R&D (baik di penduduk setempat maupun di luar negeri), terutama di AI(Kecerdasan Buatan), Big Data, dan Blockchain untuk mendorong akuisisi dan eksekusi teknologi yang lebih cepat.

  1. Ekspansi domestik dan regional

Ekspansi domestik dan regional akan menyoroti industri di 2019. Di sisi domestik, Startups akan secara agresif mengakuisisi pasar di kota tingkat kedua dan ketiga. Di sisi Regional, menyusul kesuksesan Gojek, Traveloka, dan Bridestory, lebih banyak startups–dengan dana baru–akan meluas ke negara lain di Asia Tenggara. Lebih Unicorn akan menaikkan karena upaya ekspansi ini.

report ini dilansir dari sumber terpercaya dailysocial dan  diterjemahkan dalam bahasa indonesia, semoga informasi ini  dapat bermanfaat.

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry