Bisnis jasa dalam perekonomian digital

94
jasa pijat pangilan online
jasa pijat pangilan online

Apa yang biasanya dilakukan saat stress dan pegal melanda ? outleet family massage adalah satu pilihan kita agar mendapat sentuhan relaxasi sehingga pegal-pegalmu menghilang, ,ini menjadi demand tersendiri bagi kaum metropolis, yang saat ini menciptakan pasar baru bagi industri jasa pijat , dimana anda saat ini dengan mudah melihat outleet family massage tersebar dibanyak daerah di ibu kota bahkan layanan jasa pijat pangilan online berbasis aplikasi mobile seperti Halo-jasa, memberikan promosi code voucher : # Anti capek, dengan pembayaran tunai tetap mendapatkan cash back.

Sehabis hujan timbulah cerah tapi kendaraan bro tak seindah sebelumnya ,lumpur dari sisa kotoran yang tertingal pasti akan bikin bro galau sehingga bro akan menyempatkan diri membawa ke tempat cucian kendaraan untuk membersihkan kendaraan. Hmm kira kira kalo musim hujan seberapa sering kita harus mencuci kendaraan yah? buat bro yang selalu sibuk bisa memanfaatkan layanan cuci kendaraan berbasis aplikasi mobile sprt halo-jasa, yang memberikan promosi code voucher : #Kinclong Terus .

Pada saat musim panas banyak yang mengeluhkan ac nya tidak dingin, Dan lucu nya pada saat musim hujan, suhu ruangan yang di pasang ac terasa sangat dingin, ada yang tau ngak kenapa? Tentunya apabila ac dirumah anda mulai terasa panas, teknisi service ac selalu menjadi prioritas utama yang dicari cari untuk menyelesaikan masalah ini. buat sista dan bro ngak perlu pusing cari teknisi service ac, karena bisa dengan mudah di pangil melalui aplikasi mobile halo jasa, dapatkan promosi code voucher : #cuci sebelum panas ,CASH back yang didapat tentu memberikan nilai harga yang sangat ekonomis untuk para pelangan nya.

 

Serta masih banyak contoh lainnya di mana sebuah tindakan-tindakan dikatakan sebagai jasa. Pengertian jasa mungkin berbeda-beda pada setiap orang, Namun secara garis besar, jasa dapat dikatakan sebagai tindakan atau unjuk kerja yang ditawarkan kepada salah satu pihak ke pihak lain tetapi tidak menghasilkan transfer kepemilikan.

Bisnis Jasa pun telah mengalami perkembangan pesat sejak sistem ekonomi tradisional diperkenalkan saat manusia mulai berinteraksi. Dimulai dengan perseorangan melalui panggilan telepon atau kenalan pada mulanya, saat ini situasi telah berkembang seiring kemajuan teknologi. Panggilan kebutuhan jasa pun dapat mudah dilakukan melalui jari dan gawai Anda.

Tak main-main, kontribusi bisnis jasa kedepan akan semakin mendominasi perekonomian ke depannya menggantikan bisnis manufaktur, setidaknya menurut Kepala pusat kebijakan ekonomi Makro (PKEM), Adriyanto pada tahun 2017. Hal ini pun juga terlihat menurut data BPS  di mana kontribusi manufaktur terhadap PDB pada 2006 sebesar 26% turun menjadi 19% pada 2016.

Dengan semakin berkembangnya ekonomi digital saat ini turut diprediksi akan memberikan kontribusi kepada negara hingga 8,5% dari PDB di tahun 2030. Atau bisa dikatakan dapat mencapai Rp2050 triliun menurut presiden RI, Joko Widodo. Dengan kontribusi yang sedemikian besarnya, membuat perhatian pemerintah cukup besar terhadap ekonomi digital khususnya bidang jasa dengan menyiapkan beragam infrastruktur dan regulasi terkait ekonomi digital tersebut. Diharapkan, kontribusi ekonomi digital akan semakin besar kedepannya.

Setelah pesatnya perekenomian digital, khususnya bidang jasa saat ini, Pertanyaan pun kembali muncul. Setelah kemudahan bertransaksi melalui gawai, bagaimanakah perkembangan bisnis jasa itu sendiri kedepan ? Well, menurut saya, dengan kemampuan AI (artificial intelligence) yang semakin canggih, juga sistem serta perangkat infrastruktur teknologi informasi kedepan, panggilan jasa mungkin tidak hanya melalui perangkat apps di gawai. Tetapi bisa saja melalui voice atau mungkin pikiran dengan chip yang ditanam ke dalam tubuh manusia (seperti film-film sci-fi).

Bisnis jasa pun sudah pasti akan mengalami perkembangan pesat. Tidak hanya di segmen B2C, tetapi juga merambah B2B. Banyak startup digital berdiri saat ini dengan menawarkan beragam solusi terhadap hal yang mereka (para pendiri startup digital tersebut) anggap belum ada jalan keluar. Atau jalan keluar yang tersedia belum sempurna, dan disinilah letak kesempatan yang terbuka lebar untuk dapat berlomba lomba menjadi market leader pada segmen jasa.

Di satu sisi, sebagai user atau pelanggan tentu akan semakin dimudahkan karena begitu banyak pilihan dan kemudahan untuk mencari solusi terhadap permasalahan yang terjadi dengan cukup terhubung dengan gawai dan internet saja.

Untuk B2B, tak menutup kemungkinan ke depan bisnis yang ditawarkan akan mengurangi interaksi secara langsung seperti ranah B2C. Semisal sektor konstruksi mungkin akan lebih mudah mencari beragam bahan bangunan serta kuanitas yang dibutuhkan hanya melalui apps secara online. Pembayaran pun dapat dilakukan dengan menggunakan mata uang cryptocurrency jika mata uang digital tersebut telah banyak diakui dan luas cakupannya.

Di sisi lain, para startup harus semakin berinovatif baik dalam layanan maupun servis yang ditawarkan kepada user.

 

 

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry