Hal yang Tidak Diharapkan dari Partner e-Commerce – Bagian 2

479
hal yang tidak diharapkan dari partner e-commerce

Menjalankan sebuah bisnis e-commerce bersama dengan rekan bisnis menjadi ide cemerlang untuk mengatasi beberapa persoalan. Seperti misalnya masalah modal yang sangat besar dan juga keahlian yang kurang dikuasai. Ini berarti bahwa menjalankan sebuah bisnis e-commerce tidak harus dijalankan secara mandiri dengan berbagai keterbatasan.

Sponsor: aplikasi travel system

Namun mencari partner kerja yang baik dan sesuai dengan kebutuhan memang syarat mutlak. Partner kerja yang sesuai kepentingan bisa mendorong bisnis e-commerce Anda bisa tumbuh dengan baik. Terlebih jika Anda baru saja membangun bisnis ini untuk pertama kalinya. Berikut ini adalah beberapa hal yang tidak diharapkan dari partner e-commerce bagian 2 agar bisnis Anda bisa berhasil.

  1. Jangan memilih rekan bisnis dengan banyak bisnis sampingan

Ketika Anda menjalankan sebuah bisnis e-commerce maka Anda harus percaya dengan partner yang sudah dipilih. Namun karena bidang bisnis ini sangat luas dan terdiri dari banyak pekerja freelance, maka banyak orang yang ingin mendapatkan penghasilkan dengan cara yang sama. Mereka berusaha untuk bekerja dengan berbagai bidang proyek sesuai dengan keterampilan. Nah, Anda sebaiknya tidak bekerja dengan rekan bisnis seperti ini. Minta rekan kerja Anda hanya bekerja untuk Anda agar semua tugas bisa diselesaikan tepat waktu dan sangat fokus. Sebagai imbalan maka Anda bisa memberi gaji atau bonus yang membuat rekan kerja Anda puas.

hal yang tidak diharapkan dari partner e-commerce.1

  1. Jangan memilih partner dengan ego yang lebih tinggi dari Anda

Ingat bahwa ketika Anda mengajak rekan bisnis untuk bergabung dalam bisnis yang sama, maka Anda harus bekerja dengan keras. Sejak awal Anda tidak bisa  bergabung dengan rekan bisnis yang memiliki tingkat ego yang lebih tinggi. Ketika bekerja dengan orang yang memiliki ego tinggi maka sangat sulit untuk menyampaikan ide, pemikiran dan perkembangan yang ingin didapatkan dari sebuah bisnis. Dalam bisnis e-commerce gabungan memang sangat rentan masalah sehingga sering membutuhkan diskusi dan pengambilan keputusan yang menguntungkan. Semua ini jangan sampai terkalahkan oleh sikap egois dari rekan bisnis Anda. Simak juga berbagai contoh lain dalam masalah seperti ini dikolom ini.

  1. Jangan menerapkan pembagian bisnis 50 banding 50

Ketika Anda bermitra dengan rekan bisnis maka Anda juga harus membagi keuntungan dan kerugian. Ini memang sama seperti ketika Anda memiliki sebuah saham bisnis di sebuah perseroan terbatas. Namun perhitungan yang tepat sejak awal sangat baik untuk mencegah kerugian. Jangan pernah menerapkan bisnis 50 banding 50. Semua angka ini sangat berhubungan dengan jumlah modal, jumlah investasi, jumlah keuntungan dan jumlah kerugian yang muncul. Lebih baik jika Anda mencoba menggunakan perhitungan 60 banding 40 atau jenis hitungan lain yang tidak sama. Simak juga contoh disini.

hal yang tidak diharapkan dari partner e-commerce

  1. Jangan memilih rekan kerja yang pasif

Kemudian Anda juga harus mempertimbangkan untuk memilih rekan kerja yang kreatif dan tidak selalu setuju dengan semua ide Anda. Meskipun Anda tidak suka ditentang namun sebuah ide atau pendapat lain dari rekan bisnis memang sangat diperlukan. Semua ini penting untuk perkembangan bisnis dan juga memancing ide bersama. Jadi jangan hanya memilih rekan kerja yang selalu setuju dan sama sekali tidak pernah memberi sumbangan ide untuk bisnis Anda.

Jadi seperti inilah berbagai pertimbangan penting ketika ingin memilih partner bisnis dalam membangun sebuah bisnis e-commerce. Semua ide ini terkadang bisa diterapkan untuk semua bisnis, namun juga beberapa tidak sesuai. Bagian yang penting adalah lihat kembali beberapa pertimbangan ini dan sesuaikan dengan bisnis e-commerce yang sedang Anda bangun.

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry