Go-Jek Dapatkan Suntikan Dana Sebesar Rp. 7,2 Triliun dari Investor

318
Go-Jek Dapatkan Suntikan Dana Sebesar Rp. 7,2 Triliun dari Investor

Go-Jek Dapatkan Suntikan Dana Sebesar Rp. 7,2 Triliun dari Investor – Sejak awal kemunculannya di tahun pada tahun 2010 silam, Go-Jek memang dapat dikatakan membawa angina segar dalam bidang layanan transportasi di Indonesia. Dengan menawarkan sistem kerja ojek yang sedikit berbeda dan canggih yakni sistem booking/ pemesanan jasa ojek secara online, Go-Jek pun secara pasti mendapatkan tempat di hati masyrakat Indonesia, khususnya mereka yang kerap menggunakan jasa ojek sebagai layanan transportasi.
Selama perjalanan bisnisnya, sejumlah prestasi berhasil ditorehkan oleh pioneer jasa ojek online di Indonesia, salah satu prestasi yang mungkin masih ada di ingatan anda yang diraih oleh perusahaan Go-jek adalah saat Go-jek memenangkan penghargaan ICS Award 2015 lalu dalam kategori the best mobile apps.

Setelah cukup lama sepi dari pemberitaan media online dan cetak, belum lama ini nama Go-jek kembali menjadi sorotan banyak media. Perusahaan transportasi yang didirikan oleh Nadiem Makarim ini  dikabarikan telah mendapatkan suntikan dana segar dari konsorsium investor global. Dikabarkan bahwa suntikan dana yang didapatkan Go-jek terbilang fantastis yakni sebesar USD 550 juta atau sebanding dnegan Rp 7,224 triliun.

Menurut beberapa sumber, diketahui bahwa konsorsium investor yang menyucurkan dana segar tersebut tersebut terdiri dari KKR, Warburg Pincus, Farallon Capital dan juga Capital Group Private Markets. Konsorsium investor yang datang dengan dana Rp 7,224 triliun tersebut mengambil alih posisi investor Go-jek sebelumnya yakni Sequoia India, DST Global, NSI Ventures, Rakuten Ventures, Northstar Group dan Formasi Group.

Seluruh konsorsium investor tersebut juga diketahui merupakan perusahaan investasi berskala besar yang pusat bisnisnya mayoritas berpusat di Amerika. Bahkan salah satu konsorsium investor Go-jek yakni Farallon merupakan pemain lama dalam bidang investasi skala besar di Indonesia, yang mana ia pernah menjadi partner grup Djarum dalam pembentukan konsorsium Farindo untuk menguasai saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Tepat pada tanggal 4 Agustus 2016, press conference KKR memberikan pernyataan bahwa investasi atau suntikan dana yang diberikan pada Go-jek diperuntukan untuk membantu peningkatan skala, kualitas, platform serta layanan aplikasi Go-jek. Pihak KKR juga mengungkap bahwa Go-jek  akan mungkin untuk mendata pasar dan juga kebutuhan kaum urban di Indonesia melalui berbagai aplikasinya.

Mewakili KKR Asia, direktur KKR Asia” Terence Lee”  memberikan pernyataan bahwa kunci dasar kesuksesan dari Go-jek adalah terdapat pada focus penyediaan inovasi, kenyamanan dan juga penghematan pada pelanggan.

“Kami berharap terus menarik bakat kelas dunia untuk menjadikan Go-Jek salah satu perusahaan teknologi yang paling dinamis di dunia”, begitulah ungkap Terence Lee terkait dukungannya pada Go-jek.

Perwakilan dari salah satu konsorsium investor Warburg Pincus” Jeffrey Perlman” juga memberikan pendapatnya mengenai Go-jek, pria yang menjabat sebagai  kepala perwakilan Asia Tenggara Warburg Pincus ini mengatakan bahwa Go-jek dapat memberikan jawaban untuk masalah kepadatan kota, pertumbuhan kelas menegah dan juga terjadinya perubahan demografi kaum muda.

Menanggapi mengenai investasi bernilai fantastis yang diterimanya, CEO Go-jek” Nadiem Makarim” bahwa dengan support dari para investor, Go-jek akan siap menjadi  aplikasi on-demand. Selain itu, Nadiem juga mengatakan bahwa dana segar yang diberikan pada Go-jek akan dapat meningkatkan taraf kehidupan dari 200 ribu driver Go-jek dan juga 35 ribu driver mobil mitra Go-jek.

 

Sponsored: jasa pembuatan aplikasi mobile

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry