5 Pengusaha Limbah Sampah Yang Sukses

2553
Pengusaha Limbah Sampah Yang Sukses
  • John Peter

John Peter karena suatu hal terpaksa harus meninggalkan rumahnya dan tinggal tak menentu di Cirebon hingga berusa 18 tahun. Kemudian sebuah keluarga tionghoa mengangkatnya menjadi anak, memberinya makan, rumah dan membiaya untuk sekolah. Dan keluarga itu seperti keluarga tionghoa lainnya, mereka juga berbisnis dan peter belajar banyak pada mereka.

Sponsored: jasa pembuatan web

Setelah itu job kuliah di ITB dan mengambil jurusan ilmu kimia. Dan ia berpikir kalau pemulung bisa menghasilkan uang yang menjanjikan, kaena itu ia kemudian mulai berbisnis sampah dengan menjualnya kepada pengepul. Ia bekerja sama dengan beberapa pemulung untuk menjalankan bisnis ini. Dan bisnis ini semakin berkembang ketika peter membeli mesin pengolah sampah, karena melihat harga biji plastic yang jauh lebih mahal daripada mentah. Hingga kemudian bisnisnya berkembang dan menghasilkan 1 miliar per bulan.

  • FX Harso Susanto

FX adalah seorag seniman dari jogja. Ia membuat produk dari sampah Koran bekas, yang kemudian dicampur dengan kanji yang kemudian dipilin dan dibentuk jadi sebuah furniture. Sehingga furniture itu 100% merupakan berbahan Koran, tapi meski begitu furniture itu tetap kuat dan bahkan dapat menahan beban sampai 200 kg. Harga dari produknya ada pada kisaran 8.000 – 300.000 rupiah.

  • Indra Noviansyah

Pria ini dikenal ulet dalam berbisnis. Di Jakarta, sambil kuliah ia membangun bisnis sampah plastik. Dan kemudian ia memboyong bisnisnya kembali ke kota asalnya pontianak. Dengan mesin seharga ratusan juta ia mengembangkan bisnisnya.

Ia kemudian membangun bank sampah untuk mendapatkan bahan baku dengan harga murah. Dia mendapatkan barang tanpa melalui pengepul, dan aktif memberikan penyuluhan kepada masyarakat. Dengan cara itu ia perlahan berhasil membuat bisnisnya semakin maju.

  • Achmad Iskandar

Achmad berbisnis dengan sampah berupa membuat vas bunga dari plastic daur ulang. Ia membuat vas yang unik dan bermotif cantik dengan cara mengolahnya dala sebuah cetakan. Kemudian produknya ini dipasarkan di daerah kalimantar timur dengan harga Rp. 25.000 per buah.

Selain itu dia juga berhasil menemukan produk baru bernama marmot yang merupakan batu tiruan untuk digunakan pada lantai dan dinding. Marmot dijual dengan harga 140.000 per meter persegi. Sedangkan untuk bahan baku hanya rp. 500 per kilo. Dengan penemuannya ia mempatenkan teknik pembuatan vas plastic daur ulang itu.

  • Mohammad Baedowy

Pengusaha ini hidupnya berhasil berubah drastis berkat limbah sampah. Pada usia 25 tahun, Baedowy memutuskan untuk keluar dari kantor kemudian memulai berbagai macam usaha. Dan salah satunya adalah berbisnis botol plastik dengan modal awal 50 juta yang juga bermitra dengan orang lain. Dengan modal itu ia mendirikan pabrik pengolahan sampah plastik.

Ia masih belum berpengalaman dalam bisnis ini, da nada banyak kendala seperti mesin penghancur plastik yang sering rusak. Karena itu ia ingin menjual bisnisnya, tapi karena tidak laku, maka terpaksa ia jalankan terus. Dan ia malah kemudian berhasil membuat berbagai mesin pengolah sampah. Karena bisnisnya semaki maju ia bahkan bisa membeli tanah senilai satu miliar.

1
7%
like
9
64%
love
1
7%
haha
2
14%
wow
0
0%
sad
1
7%
angry